Penipu Kuras Uang Pria Ini Rp 2,7 Juta melalui Telepon
Nama Dicatut, Direktur Personalia PT KAI Lapor Polisi

Penipu Kuras Uang Pria Ini Rp 2,7 Juta melalui Telepon

Penipu Kuras Uang Pria Ini Rp 2,7 Juta melalui Telepon

Kompas.com – Nasib sial dialami E Saragih (35), warga Jalan Nagahuta, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Awalnya ia menerima pesan singkat bahwa dia menerima kiriman uang Rp 5 juta.

Namun setelah dicek ke ATM bank miliknya, bukan uang yang dia dapatkan, sebaliknya uang Rp 2,7 juta di rekening ATM BRI dikuras penipu.

Saragih menjelaskan, pada Selasa (15/3/2016) sekitar pukul  07.30 WIB, satu nomor yang tidak dikenal mengirimkan pesan singkat berisi dia dapat kiriman uang Rp 5 juta.

“Pertama SMS nggak kubalas. Pukul 10.00 WIB, aku dihubungi lagi sama pelakunya dan bilang uang Rp 5 juta sudah dikirim lewat ATM,” kata Saragih.

Perasaan Saragih begitu senang begitu terima pesan singkat itu. Setelah mandi, dia lalu bergegas mengendarai sepeda motor menuju loket ATM BRI di Taman Wisata Rindam. Namun saat dicek, saldo di rekeningnya tidak bertambah.

Karena masih penasaran, Saragih menghubungi nomor pengirim pesan singkat tersebut guna  mempertanyakan uang Rp 5 juta, karena belum terkirim. Lewat seberang telepon, pelaku yang mengaku bernama Rustam Endarto dan berada di Jawa Tengah itu meminta Saragih supaya bersabar karena sedang terjadi gangguan sehingga uang sulit terkirim.

Belakangan, pelaku menggilir Saragih agar kembali masuk ke bilik ATM serta meminta Saragih agar mengikuti arahannya. Tak hanya itu, pelaku juga sempat menanyakan jumlah uang yang tersimpan dalam ATM Saragih.

“Kubilang ke pelaku jumlah uang dalam ATM hanya tinggal Rp 2,7 juta. Dia menyuruhku untuk mengirimkan uang itu,” jelasnya.

Bagai kerbau yang dicucuk hidungnya, Saragih menurut saja dan mengirimkan uang Rp 2,7 juta lewat rekening atas nama Rustam Endarto. Setelah uang terkirim, Saragih baru sadar telah kena tipu.

Saragih coba menghubungi nomor tersebut, tetapi sudah aktif lagi.

“Disuruhnya aku tekan nomor angka menurut saja. Saat kulihat uang telah terkirim aku sadar sudah seperti dihipnotis. Kuhubungi nomor itu sudah nggak aktif lagi. Ngeri kali cara modus penipuan sekarang ini, bah,” sambung Saragih dengan nada kesal.

Saragih pun segera melapor ke Polres Pematangsiantar atas peristiwa yang dia alami. Petugas turun melakukan olah TKP dan menyelidiki pelaku serta berusaha memblokir uang yang telah sempat dikirim lewat bank.

Kapolres Pematangsiantar, AKBP Dodi Darjanto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penipuan itu.

“Inilah masih kita selidiki. Sudah banyak modus penipuan kayak gini, makanya kita sering mengimbau warga agar jangan percaya dengan SMS berhadiah apalagi dapat kiriman uang,” ujar Dodi.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024