KPK Periksa Freddy Numberi Terkait Korupsi di Sorong
KPK Periksa Freddy Numberi Terkait Korupsi di Sorong

KPK Periksa Freddy Numberi Terkait Korupsi di Sorong

KPK Periksa Freddy Numberi Terkait Korupsi di Sorong

Tempo.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan untuk mantan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Selasa, 15 Maret 2016. Pemeriksaan ini terkait dengan tindak pidana korupsi pembangunan balai pendidikan dan pelatihan ilmu pelayaran Sorong tahap III Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2011.

“Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BRM (Bobby Reynold Mamahit),” kata Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak.

Selain Freddy, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan kepada staff PT Hutama Karya bernama Sugeng Turwiyanto. Sama dengan Freddy, Sugeng juga menjadi saksi atas Bobby Reynold Mamahit.

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby Reynold Mamahit bulan lalu. Selain Bobby, penyidik KPK juga menahan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Djoko Pramono.

Bobby dan Djoko disangka menyalahgunakan wewenang dalam pembangunan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Sorong Tahap III tahun 2011. Kasus tersebut ditengarai merugikan negara hingga Rp 40 miliar.

Keduanya dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam U Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Budi diduga memperkaya diri sendiri dengan duit negara melalui lobi-lobi pejabat Kementerian Perhubungan agar perusahaannya memenangkan tender. Bobby disebut menerima Rp 480 juta.

Hal yang sama dilakukan Djoko Pramono. Djoko disebut menikmati duit senilai Rp 620 juta. Djoko juga meminta perusahaan pelat merah untuk memberikan commitment fee 10 persen untuk para pejabat Kemenhub yang berwenang dalam proyek tersebut.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024