Peredaran Ekstasi Rp 2,5 M di Kosan Dikendalikan dari Bui?
Peredaran Ekstasi Rp 2,5 M di Kosan Dikendalikan dari Bui

Peredaran Ekstasi Rp 2,5 M di Kosan Dikendalikan dari Bui?

Peredaran Ekstasi Rp 2,5 M di Kosan Dikendalikan dari Bui

Tempo.co – Kepolisian Sektor Gambir Jakarta Pusat membongkar bisnis narkoba yang diedarkan dari kos-kosan di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dari tangan tersangka Eko Widodo, polisi menyita narkoba yang ditaksir bernilai Rp 2,5 miliar.

“Kami sedang berupaya mencari sumber barangnya,” kata Kepala Polsek Gambir Komisaris Bambang Y. Salamun melalui pesan pendek, Sabtu, 12 Maret 2016.

Bambang mengatakan polisi sedang menyelidiki keterlibatan narapidana. Ia menduga Eko dikendalikan oleh napi Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Indikasinya, niaya kos Eko dibayarkan oleh pengendali pengedar narkoba yang diduga berasal dari LP Cipinang.

Rumah kos Eko, kata Bambang, mewah dengan harga sewanya Rp 2 juta per bulan. Eko hanya menjual ekstasi di sekitar kosannya. “Karena dia punya keterbatasan fisik, kakinya kurang sempurna,” ujar Bambang. “Dia kenal pengendali itu dari temannya yang sekarang juga masih ada di dalam lapas. Jadi, dia ditawari kerjaan, diminta nomor HP-nya, dihubungi, dan semua instruksi by phone.”

Di rumah kos itu, polisi menemukan ekstasi “merek” Shell sebanyak 12.388 butir ekstasi merek Rolex 1.050 butir, ekstasi warna pink 510 butir, ekstasi merek “S” warna biru 105 butir, dan ekstasi 200 butir. Juga ada ekstasi merek “R” warna biru 150 butir, 4 plastik sabu seberat 400 gram, dan 5 plastik seberat 447 gram.

Bambang menjelaskan, Eko baru tinggal di kos itu selama tiga minggu. Ia mengaku baru bekerja sebagai kurir ekstasi sejak tiga minggu lalu. “Selama tiga minggu dia sudah transaksi 30 kali dengan upah setiap transaksi 50 ribu,” kata dia.

Menurut Bambang, kasus ini bermula dari laporan warga tentang transaksi ekstasi di daerah Bangka, Jakarta Selatan. Setelah mengetahui ciri-ciri pelaku, polisi menyelidiki lokasi dan menyamar.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024