Korban minuman keras oplosan Cirebon bertambah
Korban minuman keras oplosan Cirebon bertambah

Korban minuman keras oplosan Cirebon bertambah

Korban minuman keras oplosan Cirebon bertambah

Antaranews.com – Polisi mengatakan korban meninggal akibat konsumsi minuman keras oplosan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat bertambah menjadi empat orang, setelah satu orang lagi menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu petang jam 18.30 WIB.

“Tadi sekitar jam 18.30 WIB korban minuman keras oplosan bertambah yaitu berinisial BS,” kata Kapolres Cirebon AKBP Sugeng Hariyanto, di Cirebon, Rabu.

Ia menuturkan, untuk sekarang ini pihak Kepolisian sedang menyelidiki lebih lanjut untuk menambah bukti yang diperlukan.

Dengan meninggalnya satu korban lagi, korban meninggal akibat kasus terbaru konsumsi minuman keras oplosan di Cirebon bertambah menjadi empat orang. Sementara jumlah korban yang masih dirawat di rumah sakit Arjawinangun sekarang berjumlah tiga orang.

“Yang dirawat di rumah sakit tinggal tiga orang lagi,” tuturnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, sebanyak 14 warga meminum minuman keras oplosan, yaitu campuran anggur orangtua, ciu, bensin, dan solar.

Kejadian itu pada Senin (7/3) sore.

Sementara itu Kapolsek Weru Kompol Dudi Permadi menambahkan, untuk mencegah terjadinya kejadian tersebut, pihak Polsek akan mengumpulkan warga untuk memberikan arahan dan masukan dengan tidak lagi mengonsumsi minuman keras oplosan.

“Kami akan melakukan sosialisai kepada masyarakat, terhadap bahayanya minuman keras oplosan,” tambahya.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024