Jaksa Nilai Eksepsi Calon Advokat Dimas Abimanyu Masuk Materi Perkara - Kongres Advokat Indonesia

Jaksa Nilai Eksepsi Calon Advokat Dimas Abimanyu Masuk Materi Perkara

Eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan yang diajukan kuasa hukum Dimas Abimanyu dinilai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wily Gede Pramana sudah masuk materi perkara.

Dimas adalah seorang calon advokat yang didakwa menggunakan surat kuasa palsu untuk mempailitkan PT Gusher Tarakan. Setelah sebelumnya, JPU Willy membacakan dakwaan, kini giliran Terdakwa menyampaikan eksepsi.

JPU Willy menyatakan, Nota keberatan yang disampaikan kuasa hukum terdakwa telah melenceng dan tidak sesuai dengan objek keberatan seperti yang diatur dalam Pasal 156 ayat (1) KUHAP. “Intinya nota keberatan isinya tidak menyangkut dengan objek keberatan Pasal 156 ayat (1) Kuhap,”kata Willy.

Dimas dalam nota eksespinya mengatakan, materi surat dakwan jaksa dianggap tidak cermat dan meminta hakim membatalkan isi dakwaan.

Usai kuasa hukum Dimas menyampaikan Eksespi, JPU Willy langsung menanggapinya secara lisan. Menurut Willy, materi dakwaan telah memenuhi sarat-sarat formil maupun materiil. “Secara formil sudah memenuhi syarat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 143 ayat (2) KUHAP.”paparnya.

Terdakwa Dimas Abimanyu merupakan calon Advokat yang magang di Kantor Hukum Siregar & Rekan, Jalan Nusantara Raya No. 205 RT. 04 RW. 09 Kel. Beji, Depok Utara.

Dimas bersama dengan Fahrul Siregar (DPO), telah menggunakan kuasa palsu untuk mempailitkan PT Gusher Tarakan. Ia bertindak seolah-olah mendapat kuasa dari Leny, warga Tarakan, Kalimantan Utara. Padahal Leny bukanlah kreditur PT Gusher.

Mengetahui namanya dijadikan sebagai Kreditur Fiktif dalam perkara PKPU/Pailit. Leny kemudian melaporkan Fahrul dan Dimas pada polisi.

Selain itu, Leny juga tidak dapat memanfaatkan ruang usahanya yang berada di Grand Tarakan Mall (GTM), disebabkan PT Gusher selaku pengelola GTM dinyatakan Pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya, akibat ulahnya para terdakwa.

Sebelum melarikan diri, Fahrul sudah tiga kali memenuhi panggilan penyidik Polrestabes Surabaya untuk diperiksa (BAP). Namun, setelah ditetapkan tersangka pada 21 September 2020, Fahrul tidak diketahui keberadaannya. Saat ini, polisi juga tengah memburu Fahrul Siregar untuk segera diadili di Pengadilan. BERITAJATIM

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024