5 Cara Memilih Pengacara yang Tepat, Perhatikan Hal-hal Ini - Kongres Advokat Indonesia

5 Cara Memilih Pengacara yang Tepat, Perhatikan Hal-hal Ini

SUARA.COM – Setiap dari kita kemungkinan akan membutuhkan pengacara pada suatu saat dalam hidup. Mungkin menyusun surat wasiat, bercerai, membeli property, atau sesuatu yang lain. Ketika saatnya tiba, Anda pasti ingin memiliki pengacara terbaik yang akan memungkinkan Anda untuk mendapatkan hasil maksimal dari situasi tersebut.

Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih profesional hukum, dan itu membuat keputusan Anda semakin rumit. Berikut beberapa tips yang bisa membantu.

1. Rekomendasi dari mulut ke mulut

Jalan teraman untuk menemukan pengacara yang baik adalah mendapatkan rekomendasi dari seseorang yang Anda percayai. Sama seperti Anda bertanya kepada seorang teman yang baru saja merenovasi rumahnya apakah mereka dapat menyarankan kontraktor yang baik, Anda dapat melakukan hal yang sama ketika menyangkut masalah hukum.

Jika Anda mengenal seseorang yang telah mengalami masalah hukum yang sama atau serupa yang Anda alami, mintalah nasihat dari mereka. Jika tidak demikian, Anda dapat menggali melalui web dan meluangkan waktu di forum serta meninjau situs mencari rekomendasi pengacara.

2. Bidang keahlian

Secara teori, pengacara yang baik dapat menangani semua jenis kasus dan menang. Namun, sebagian besar pengacara berspesialisasi dalam sejumlah bidang (biasanya saling terhubung) dan membangun keahlian mereka di dalamnya. Anda tidak bisa mengharapkan pengacara properti yang membantu membeli rumah juga menangani kasus perceraian Anda. Memilih pengacara berdasarkan bidang keahlian mereka akan memberikan panduan dan pengetahuan yang lebih baik tentang kasus Anda.

3. Kredensial

Mengizinkan orang yang tidak memenuhi syarat secara hukum untuk menangani kasus Anda dapat membahayakan seluruh perjuangan. Anda dapat memeriksa apakah profesional hukum yang Anda pertimbangkan memiliki lisensi dengan mencari di situs web. Ini juga tempat untuk memeriksa apakah pengacara memiliki perintah disipliner yang diajukan terhadap mereka.

4. Pengalaman

Meskipun pengetahuan yang diperoleh di sekolah hukum sangat luas, itu tidak dapat dibandingkan dengan tahun-tahun yang didedikasikan untuk mempraktikkan hukum dan pengalaman yang diperoleh di ruang sidang.

Pengacara yang berpraktik hukum untuk waktu yang lama lebih cenderung memberikan nasihat yang bermanfaat tentang konsekuensi dan potensi risiko dari langkah-langkah hukum tertentu. Mereka juga lebih terbiasa dengan ruang sidang, terutama dalam prosedur yang rumit.

5. Harga dan Penagihan

Harga layanan akan bergantung pada berbagai faktor yang telah kita bahas di sini, serta ukuran dan reputasi firma hukum tersebut. Kompleksitas kasus juga akan memengaruhi harga dan pilihan ahli hukum Anda. Jika masalah tidak terlalu rumit, Anda dapat menghemat uang dengan memilih pengacara yang kurang berpengalaman, dan karenanya, lebih terjangkau.

Selain itu, transparansi penagihan juga diperhitungkan. Struktur biaya harus jujur, jelas, dan sesuai untuk layanan tersebut. Banyak pengacara mengiklankan biaya tetap rendah sambil memasukkan biaya tambahan, seperti mencetak dokumen dan pengajuan pengadilan. Yang lain menagih per jam. Bagaimanapun, Anda harus memastikan semuanya jelas sejak awal.

Itulah cara memilih pengacara yang tepat. Selamat mencoba!

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024