Arianna Huffington Jadi Advokat untuk Atasi Stres - Kongres Advokat Indonesia

Arianna Huffington Jadi Advokat untuk Atasi Stres

BISNIS.COM, JAKARTA – Arianna Huffington adalah seorang penulis keturunan Yunani-Amerika, kolumnis sindikasi, dan politikus yang diperkirakan memiliki kekayaan bersih US$100 juta.

Dilansir melalui Forbes, Huffington adalah pendiri The Huffington Post, pendiri dan CEO Thrive Global, dan penulis 15 buku, termasuk, yang terbaru, Thrive dan The Sleep Revolution.

Dia lahir di Athena, Yunani pada tahun 1950 dan sekarang menjadi salah satu wanita paling profesional dan sukses dalam industri blogging. Bersamaan dengan blogging, Huffington juga menulis biografi tentang Maria Callas pada tahun 1981, dan Picasso pada tahun 1989.

Selalu bersemangat, dia kemudian mendirikan Huffington Post, situs berita dan blog yang dengan cepat menjadi salah satu media yang paling banyak dibaca, ditautkan, dan sering dikutip di internet, pada Mei 2005.

Perusahaan medianya menyebar dan berkembang. Anda mungkin juga mengenali HuffPost Chicago, HuffPost New York, HuffPost Denver, dan HuffPost Los Angeles.

Namun pada Agustus 2016, diumumkan bahwa Huffington mundur dari perannya di The Huffington Post untuk mengabdikan waktunya pada startup baru, Thrive Global, yang berfokus pada informasi kesehatan dan kebugaran.

Beberapa tahun yang lalu, advokat dan penggerak agar orang tidur cukup ini pernah pingsan di mejanya akibat kerja berlebihan dan kelelahan.

Dari pengalaman kelelahan yang mengerikan ini, dia mulai mempelajari bagaimana mengarahkan hidupnya agar dia dapat menggabungkan kerja keras dan gaya hidup sehat.

“Saya memutuskan untuk meninggalkan Huffington Post dan meluncurkan Thrive karena saya tidak hanya ingin meningkatkan kesadaran, yang dapat terus saya lakukan melalui perusahaan media, tetapi saya ingin membantu orang mengubah perilaku, yang tidak dapat saya lakukan melalui perusahaan media,” ujarnya seperti dikutip dari Forbes, Rabu (17/2/2021).

Stres sendiri tidak dapat dihindari, tetapi yang benar-benar dapat dihindari adalah membiarkan stress mencapai tingkat yang menyebabkan kelelahan. Hal terpenting untuk mengurangi stres adalah belajar untuk tidur yang cukup — tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Huffington menghilangkan mitos dan stereotip bahwa kurang tidur menunjukkan bahwa Anda adalah individu kuat dan berkomitmen untuk sukses.

Studi menunjukkan bahwa kurang tidur membuat Anda kurang produktif dan merusak kinerja Anda. Salah satu cara utama agar seseorang cukup tidur adalah menghentikan kebiasaan meletakkan ponsel di meja samping tempat tidur.

Apalagi dengan Covid-19, dengan kekacauan politik, orang-orang menjadi sulit tidur. Bahkan ada istilah baru telah diciptakan, ‘coronasomnia.’

Huffington memperkenalkan microsteps atau langkah mikro yang bertujuan untuk memperbaiki pola hidup dimulai dari kualitas tidur di penghujung hari.

Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan batas waktu untuk menjawab email dan teks, dan menelusuri media sosial.

Aplikasi berbasis data yang dia kembangkan menawarkan fitur bernama ‘Reset’, yang didasarkan pada ilmu saraf terbaru yang menunjukkan bahwa meskipun stres sejatinya tidak dapat dihindari, stres kumulatif dapat dihindari.

Stres yang terakumulasi adalah faktor yang paling sering merugikan produktivitas bukan stres biasa. Hanya dalam 60 sampai 90 detik, kita bisa memperbaiki dari stres.

Secara harfiah, dibutuhkan waktu 60 hingga 90 detik untuk hormon kortisol, yang merupakan hormon stres, untuk meninggalkan tubuh kita.

Dia mengutip Thích Nhat Hanh, filsuf Buddha yang berkata, ‘Tidak pernah mudah untuk melarikan diri dari diri kita sendiri.’

“Diperlukan banyak perencanaan untuk memastikan agar Anda tidak lari dari diri sendiri, dan itu dimulai dengan langkah mikro mematikan ponsel dan mengisi daya ponsel di luar kamar tidur Anda,” kata Huffington.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024