Jejak Cheng: Dikejar Polisi Hong Kong, Dihukum Mati di PN Jakut
Jejak Cheng Dikejar Polisi Hong Kong, Dihukum Mati di PN Jakut

Jejak Cheng: Dikejar Polisi Hong Kong, Dihukum Mati di PN Jakut

Jejak Cheng Dikejar Polisi Hong Kong, Dihukum Mati di PN Jakut

Detik.com – Pengadilan di Jakarta akhirnya pecah telor dalam memvonis mati bandar narkoba di tahun 2016. Vonis mati disematkan kepada anggota kartel sabu 360 kg asal Hong Kong, Cheng Tin Kei yang dihukum mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

Dalam catatan detikcom yang diperoleh dari dakwaan jaksa, Cheng Tin Kei merupakan penjahat narkoba kelas berat jaringan internasional. Dia merupakan DPO polisi Hong Kong. Berikut perjalanan kejahatan Cheng Tin Kei sesuai dakwaan jaksa penuntut umum Aji Susanto yang diperoleh detikcom, Selasa (8/3/2016).

Juni 2015

Polda Metro Jaya mendapatkan informasi dari kepolisian Hong Kong tentang adanya transaksi narkoba dalam jumlah besar di Indonesia.

3 Juli 2015

Mendapatkan laporan tersebut, Polda Metro Jaya melalui Subdit III Direktorat Reserse Narkoba melakukan follow up dan pengintaian atas informasi yang diperoleh dari Kepolisian Hong Kong. Polisi membutuhkan waktu 3 minggu untuk menemukan target operasi.

10 Juli 2015

Tim menggelar operasi pembuntutan (surveillance) dan ditemukan adanya seorang laki-laki dengan ciri-ciri sesuai dengan informasi yang diperoleh dari Kepolisian Hong Kong.

11.00 WIB
Pria berkewarganegaraan Hong Kong itu masuk ke dalam ruko Bisnis Park, Jalan Pluit Karang Karya Timur, Jakarta Utara.

12.30 WIB
Pria yang diintai tersebut keluar menggunakan motor dari Ruko dan polisi langsung menyergapnya. Polisi melakukan penggeledahan terhadap motor yang dibawa Cheng dan ditemukan sabu 10 kg.

20.30 WIB
Petugas menggeledah apartemen milik Cheng di CBD Pluit, Jakarta Utara. Di sana polisi tidak menemukan apa-apa.

20.45 WIB
Polisi menggeledah mobil milik Cheng yang diparkir di basement apartemen. Hasilnya? polisi menemukan sabu 350 kg.

26 November 2015

Cheng Tin Kei jalani sidang perdana di PN Jakut. Jaksa mengancam Cheng dengan pidana mati karena melanggar pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Sidang dipimpin oleh ketua majelis hakim Dewa Putu Yusman.

24 Februari 2016

Jaksa tak memberi ampun kepada kartel narkoba kelas kakap asal Hong Kong, Cheng Tin Kei. Pengedar sabu 360 kg itu dituntut mati oleh jaksa karena dianggap mengancam keselamatan bangsa.

7 Maret 2016

Ketua majelis hakim Dewa Putu Yusman menjatuhkan hukuman mati kepada WN Hong Kong, Cheng Tin Kei. Ini merupakan hukuman mati pertama dari Jakarta kurun 2016 ini.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024