Dukung KPK hingga Ditanggapi Febri Diansyah, Fahri Hamzah:

Dukung KPK hingga Ditanggapi Febri Diansyah, Fahri Hamzah: Saya ‘Nampak Jinak’ karena Atur Posisi

Sejak 2006 silam, Politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah kerap mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, Fahri kini menyampaikan bahwa ia mendukung penuh KPK di bawah pimpinan Firli Bahuri.

Pernyataan Fahri sontak membuat aktivis anti-korupsi Febri Diansyah merasa terharu. Hal itu berawal dari serangkaian cuitan Fahri di akun Twitter pribadinya @Fahrihamzah pada Senin, 5 Oktober 2020 ini.

Dalam cuitan pertamanya, Fahri menyampaikan KPK berubah menjadi lembaga kordinasi pencegahan dan penindakan pemberantasan korupsi. Dirinya juga mengaku optimis terkait pekerjaan-pekerjaan yang akan dihadapi oleh KPK.

“Perginya mantan aktivis dari KPK dapat dimengerti karena ada perbedaan konsep “independen” di antara mereka. Sebagai rakyat kita menyimak cara lembaga itu bertransformasi menjadi lembaga kordinasi pencegahan dan penindakan pemberantasan korupsi. Saya sih optimis mereka bisa,” cuit Fahri sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Kemudian Fahri menyebut tidak akan lagi membuka aib-aib KPK di masa lalu. Fahri percaya saat ini KPK sudah berada di bawah orang-orang yang bertanggung jawab dan memiliki moral tinggi.

“Saya enggak mau lagi buka borok masa lalu KPK yang busuk. Pertama saya bukan pejabat publik dan kedua biarkan KPK memperbaiki diri dari dalam. Saya percaya KPK sekarang diawasi oleh tokoh-tokoh berkelas moralnya. Mereka pasti sedang bekerja keras dan menyadari tugas transformatif ini,” tulisnya.

Fahri pun menuliskan tokoh-tokoh yang mengawasi KPK saat ini yakni, Artidjo Alkostar (Mantan Hakim MA), Albertina Ho (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang), Syamsuddin Haris (Peneliti LIPI), Harjono (Mantan Hakim MK) serta Tumpak Hatarongan Panggabean (Mantan Wakil Ketua KPK 2003-2007).

Lebih lanjut, Fahri mengimbau masyarakat agar terus bersabar dengan setiap yang dikerjakan oleh KPK. Dirinya juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus memiliki rencana dan konsep yang matang.

“Sabarlah teman-tebar, pemberantasan Korupsi kayak nguber maling jemuran itu salah. Korupsi adalah kejahatan otak. Pemberantasan korupsi pakai otot enggak bakal sampai ke mana-mana. Hanya tim hore yang senang. Negara enggak dapat apa-apa kecuali keributan. Penegakan hukum perlu konsep,” lanjutnya.

Fahri juga mengatakan, KPK merupakan lembaga masyarakat, dan terus bekerja di ruang publik yang transparan.

Dirinya meyakini KPK terus melakukan evaluasi dan berada di bawah pengawasan, lembaga tersebut akan tetap menjaga kebaikan-kebaikan di dalamnya serta dapat mengatasi semua permasalahan.

“KPK masih memiliki kewenangan yang besar. Dipimpin dan diawasi oleh “orang besar tadi” saya percaya KPK akan mengubah dirinya menjadi dirigent pemberantasan korupsi seperti negara-negara yang juga mengalami perubahan. Kita mencontoh Korea Selatan. Sebelumnya mereka ribut enggak karuan,” sambung Fahri.

Menurut Fahri, kini KPK bekerja dengan kekuatan dukungan sistem negara yang lengkap seperti contoh adanya auditor seperti BPK dan BPKP, serta penegak hukum dari mulai polisi, jaksa pengadilan, hingga pengacara.

Menurut Fahri, saat ini KPK dituntut untuk membangun sinergi dan kekompakan tidak seperti dulu yang didorong keluar dari sistem menyempal dan oposisi.

KPK terdahulu dinilainya salah dan keliru. Dalam negara kesatuan Fahri menegaskan semua harus dalam satu komando perjuangan, juga sistem pemerintahan sebagai komandonya.

“Jadi, mari berikan waktu kepada KPK. Anak-anak bangsa di dalamnya adalah orang-orang yang punya integritas moral. Ribuan jumlahnya. Saya percaya mereka sedang berbuat yang terbaik bagi sebuah bangsa yang bersih dari korupsi ke depan. #AyoKPKKamuBisa,” tambahnya.

Cuitan-cuitan Fahri kemudian ditanggapi oleh Febri Diansyah melalui akun twitter pribadinya @febridiansyah.

“Ada suatu masa ketika @Fahrihamzah mendukung penuh KPK dengan tagar #AyoKPKKamuBisa. Saya terharu, selamat datang di “new normal”. Selamat pagi,” balas Febri.

Fahri pun kembali membalas cuitan Febri dengan mengatakan bahwa kini dirinya ‘nampak jinak’.

Baca Juga: Viral Ancaman Tsunami dan Covid-19, Pjs Bupati Tegaskan Objek Wisata Pangandaran Tidak Tutup

“Saya percaya Anda bro. Tapi pikiran saya tidak bisa dikebiri sampai kapanpun. Saya sekarang ini “nampak jinak” karena mengatur posisi nanti kita terkam lagi sama-sama. #AyoFebrikamuBisa,” tulis Fahri. Sumber

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dihadiri Ribuan Advokat, Kongres IV KAI di Solo Trending Topic di Platform X
June 9, 2024
Pernah Ditempati Adnan Buyung Nasution, Honorary Chairman Kongres Advokat Indonesia Kini Diisi Tjoetjoe S Hernanto
June 8, 2024
Ribuan Advokat Padati Edutorium UMS Ahmad Dahlan untuk Kongres IV KAI
June 8, 2024
Dr. Heru Notonegoro: Ribuan Advokat akan Padati Solo Hadiri Kongres IV KAI 2024
June 7, 2024