Kisah Gadis Berusia 12 Tahun Meninggal Akibat COVID-19

Kisah Gadis Berusia 12 Tahun Meninggal Akibat COVID-19

Jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif corona kini semakin meningkat. Bahkan sejumlah negara atau daerah telah melakukan penutupan kembali wilayah mereka. Pembatasan ini dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Selain pembatasan wilayah, penerapan protokol kesehatan juga penting untuk dilakukan.

Banyak dari kita yang masih saja mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini membuat jumlah peningkatan kasus corona di beberapa negara terus meningkat. Seperti berita baru-baru ini, seorang ibu kehilangan anaknya untuk selamanya akibat terinfeksi virus corona. Bahkan sang ibu, memberi tahu semua orang untuk menggunakan masker untuk melindungi diri mereka dari virus berbahaya ini.

Melansir dari people.com (2/10), setelah kematian putrinya yang berusia 12 tahun karena terinfeksi virus corona, seorang ibu di Florida mendesak orang-orang untuk memakai masker. Elda, seorang ibu berusia 49 tahun ini kehilangan ceriaan anaknya yang bernama Elizabeth McNew.

Selama pandemi COVID-19, keluarga McNew yang tinggal di Atlantic Beach, dekat dengan Jacksonville, mereka tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker saat berada di tempat umum dan memiliki sekolah virtual untuk Elizabeth dan kakak laki-lakinya Liam berusia 15 tahun. Ayah Elizabeth, Brand, bekerja sebagai penegak hukum dan dia akan berhati-hati mengganti pakaian dan mandi setiap kali pulang kerja.

Tetapi pada awal September, Brad mulai batuk dan Elizabeth merasa sesak. Brad dinyatakan positif corona dengan gejala ringan hingga sedang dan gejala Elizabeth memburuk. Elda kemudian membawa Elizabeth ke rumah sakit anak Wolfson, di mana kondisinya terus menurun. Elizabeth membutuhkan trakeostomi untuk membantunya bernapas dan menjalani pengobatan nyeri. Staf rumah sakit melakukan semua yang dapat mereka lakukan untuk kesembuhan Elazabeth, tetapi kondisi Elizabeth semakin membutuk.

Pada 25 September 2020, setelah sepuluh hari di rumah sakit, akhirnya Elazabeth meninggal dunia. Elda mengatakan bahwa pada hari-hari setelah kematian sang putri, keluarga tersebut mengalami kesedihan yang teramat mendalam. Keluarga tersebut berharap dari cerita Elzabeth ini akan meyakinkan orang lain untuk memakai topeng dan membantu satu sama lain tetap aman.

Sang ayah sangat menyarankan semua orang untuk menggunakan masker yang akan menyelamatkan hidup mereka dan hidup orang lain. Virus ini nyata adanya, meskipun mungkin sebagian orang tidak percaya, tetap kenakan masker untuk mencegah penyebaran virus. Sumber

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dihadiri Ribuan Advokat, Kongres IV KAI di Solo Trending Topic di Platform X
June 9, 2024
Pernah Ditempati Adnan Buyung Nasution, Honorary Chairman Kongres Advokat Indonesia Kini Diisi Tjoetjoe S Hernanto
June 8, 2024
Ribuan Advokat Padati Edutorium UMS Ahmad Dahlan untuk Kongres IV KAI
June 8, 2024
Dr. Heru Notonegoro: Ribuan Advokat akan Padati Solo Hadiri Kongres IV KAI 2024
June 7, 2024