27 Jul 2020

Viral, Preman Probolinggo Cegati Sopir truk Minta Uang Keamanan

Beberapa hari terakhir beredar foto viral terkait aktivitas premanisme di Kota Probolinggo. Itu terjadi setelah seseorang dengan akun Facebook Sutikno memposting seorang preman mengejar sopir truk dengan sepeda motor matik. Setelah terkejar, seorang preman tersebut meminta uang keamanan Rp 1,2 juta.

Foto premanisme itu memantik komentar protes dari netizen serta sejumlah paguyuban sopir truk di beberapa kota. Mereka meminta jajaran kepolisian di Polres Probolinggo dan Polres Probolinggo Kota untuk melakukan tindakan hukum kepada preman tersebut. Sebab aktifitas para preman ini belakangan membuat resah para sopir karena dipalak uang minimal Rp 100 ribu hingga Rp 1,2 juta.

Dalam postingannya, Sutikno meminta polisi memberantas aksi pemalakan sopir yan menurutnya akhir–akhir ini kerap terjadi lagi di Kota Probolinggo. “Lokasinya dekat rel kereta api Jorongan sampai Terminal Probolinggo (Bayuangga). Kami komunitas sopir merasa waswas ketika melintas di Kota Probolinggo. Tolong segera ditindak,” tulis Sutikno.

Postingan hampir sama diunggah akun Facebook Agus Saputro. Ia juga menyertakan foto seorang preman yang memberhentikan sopir truk dan disebut-sebut meminta duit hingga Rp 1,2 juta. Dalam foto itu, terlihat pelaku menggunakan sepeda motor Honda Beat putih. “Pak petugas, tolong bersihkan yang model kayak begini. Kami sudah dibuat tidak nyaman dalam berkendara untuk memenuhi logistik,” sebut Agus dalam akun facebook miliknya.

Agus juga meminta para sopir yang melintas di Probolinggo, untuk berhati-hati. Itu, karena semakin maraknya pemalak. “Kemarin, Pak Ketua Putra Lawu kena palak di Probolinggo tepatnya di JLS. Pelaku minta Rp 1,2 juta dan dinego kena Rp 100 ribu. Subuh tadi saya juga kena Rp 100 ribu dengan orang yang bercirikan sama, termasuk motor matiknya,” tulisnya.

Terkait viral postingan ini Ketua Organda Kota Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso meminta aparat penegak hukum menindak tegas pelaku pemalakan. Pemerasan itu terjadi di sekitar Jalan Raya Dringu hingga masuk Terminal Bayuangga, Kota Probolinggo. Diakui hingga Minggu (26/7/2020) memang belum ada laporan resmi kepada pihaknya terkait aksi pemalakan ini. Namun, ia mengaku menemukan sejumlah postingan di media sosial yang mengeluhkan adanya premanisme di Jalur Lingkas Selatan (JLS) Kota Probolinggo.

Ditegaskan, perbuatan premanisme itu tidak dibenarkan. Karenanya, pihaknya meminta aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk segera menindak pelaku. “Petugas harus bertindak tegas kepada pelaku pemalakan itu, sebab juga mencoreng nama Probolinggo,” ujarnya.

Atas kejadian ini Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengaku akan menyelidikinya. Hanya saja, kata dia, dari lokasi kejadian pemalakan yang terlihat di dalam foto, posisinya ada Kota Porobolinggo. Karenanya, pihaknya akan menelusurinya bersama Satreskrim Polres Probolinggo. “Saya amati lokasinya juga di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Jadi, saya koordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo, untuk menangkap pelaku,” pungkasnya.Sumber

Leave a Reply