Aplikasi Google Meet dan Zoom Untuk Video Conference, Mana Lebih Oke? - Kongres Advokat Indonesia

Aplikasi Google Meet dan Zoom Untuk Video Conference, Mana Lebih Oke?

Google Meet dan Zoom menjadi dua aplikasi layanan konferensi video untuk menunjang rapat saat bekerja dari rumah selama pandemi virus corona.

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi, mana yang lebih baik di antara keduanya?

Jika bicara hanya ihwal konferensi video, Zoom menjadi opsi yang lebih unggul daripada Google Meet. Zoom memberikan fitur-fitur yang lebih komprehensif daripada aplikasi dari Google.

Di sisi lain, Google mampu memanfaatkan nama besarnya untuk mengembangkan Google Hangouts Meet. Aplikasi ini memberikan kemudahan lebih untuk memadukan Google Meet dengan aplikasi lain, terutama yang dimiliki oleh Google.

Google Meet dan Zoom memberikan pilihan berbayar untuk memaksimalkan pengalaman kedua aplikasinya.

Pada versi paling dasar, kedua aplikasi dapat digunakan secara gratis. Namun beberapa hal membatasi kemampuan aplikasi dalam versi gratis tersebut.

Sebagai contoh, versi gratis dari Zoom hanya dapat memuat maksimal 100 orang. Selain itu, waktu rapat juga dibatasi hanya selama 40 menit.

Zoom menawarkan tiga jenis paket berbayar untuk layanannya. Versi Basic dihargai 14,99 dolar AS atau sekitar Rp 250 ribu per bulan. Paket ini akan memberikan akses 24 jam, identitas pribadi, dan lain-lain.

Paket Business dari Zoom dapat membuat konferensi video diisi hingga 300 peserta. Harganya adalah 19,99 dolar AS atau Rp 325 ribu per bulan. Sementara Paket Enterprise dihargai sama namun minimal ada 50 pengguna tetap dalam satu perusahaan. Paket ini bisa membuat konferensi dihadiri 500 orang dalam satu waktu.

Sementara kompetitornya, Google Hangouts Meet, memberikan paket paling mendasar pada harga 6 dolar AS atau Rp 100 ribu per bulan. Dengan paket ini, tim kamu dapat rapat dengan hingga 250 orang.

Sementara paket Business dari Google Hangouts Meet dibanderol 12 dolar AS atau Rp 200 ribu. Hingga 250 orang dapat hadir dalam satu konferensi yang sama.

Untuk lebih memahami keduanya, berikut perbandingan platform video conference Zoom dan Google Hangouts Meet.
Baik Zoom dan Google Hangouts Meet memiliki kemampuan untuk melakukan one-on-on conversation dan juga non formal dan dapat dilakukan dengan mudah dengan membuat video call dan mengundang orang-orang di dalam atau di luar organisasi Anda untuk bergabung.

Cara mengundangnya pun sangat mudah untuk keduanya. Cukup bagikan link ruang meeting virtual atau undang menggunakan email atau nomor ponsel.

Zoom dan Google Hangouts Meet juga mengizinkan pengguna untuk membagikan tampilan layar atau ‘Share Screen’ seluruh penggunanya dalam satu waktu. Namun kemampuan ini hanya bisa dinikmati apabila kamu menggunakan layanan premium.

Selain itu baik Zoom dan Google Hangouts Meet juga memiliki kemampuan untuk mengubah tata letak tampilan video conference, apakah ingin fokus kepada orang yang berbicara atau pada presentasi yang sedang ditampilkan.

Sementara untuk perbedaannya, Zoom memang memiliki lebih banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk pertemuan virtual non-formal. Karena, ia memiliki fitur-fitur lucu seperti merubah tampilan background virtual sehingga bisa merubah tampilan kamar menjadi pantai indah.

Ada juga fitur yang memungkinkan pengguna untuk mempercantik tampilan wajah di kamera, yaitu dengan Touch Up My Appearance. Dengan fitur ini, wajah pengguna bisa terlihat lebih mulus dan putih.

Di sisi lain, Google Hangouts Meet juga memiliki fitur-fitur yang tidak dimiliki Zoom. Seperti misalnya kemampuan untuk memutar, membagikan, mendownload, atau menyimpan rekaman conference yang kesemuanya tersimpan di dalam Google Drive.

Ada juga fitur subtitle pada Google Hangouts Meet yang memudahkan audiens dalam menyimak presentasi yang sedang dipaparkan oleh presenter. Fitur subtitle ini akan muncul secara otomatis dan real-time seperti di YouTube.
Baik Zoom maupun Google Hangouts Meet, sama-sama memberikan layanan video conference yang kompetitif. Mereka menyajikan berbagai keunggulan yang berbeda untuk tiap-tiap industi.

Fitur-fitur pada Zoom memang sangat menarik dan menyenangkan, namun ia memiliki tampilan yang lebih rumit. Di sisi lain, Google Meet memberikan fitur yang lebih sedergana namun dengan tampilan yang lebih ramah bagi pengguna video conference baru, dalam hal ini.

Tidak semua fitur pada Zoom juga diperlukan pada setiap rapat dan tim kerja. Artinya, pemilihan antara Zoom dan Google Meet bergantung pula pada kepeluan kamu dan tim kerja kamu, nih.

Jika tim kerja hanya memerlukan rapat sederhan dan non-formal, Google Meet bisa jadi pilihan yang mudah dan tepat.
Namun, jika agenda rapat kamu cukup banyak dan kompleks, Zoom memberikan banyak fitur yang bisa menunjang produktivitas kamu selama work from home! sumber

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023