Pengacara Kondang Tantang Pidanakan Balik Kapolda soal Video TKA Cina di Bandara Haluoleo

Pengacara Kondang Tantang Pidanakan Balik Kapolda soal Video TKA Cina di Bandara Haluoleo

Jakarta, www.harianaceh.co.id – Video viral yang berisi puluhan WNA asal China yang tiba di Bandara Haluoleo, Kendari (15/03), berbuntut panjang.

Pemilik akun Instagram @kotakendari, yang pertama kali menyebarkan video itu telah diamankan pihak kepolisian. Pelaku tercatat sebagai warga Desa Onewila, Ranomeeto, Konawe Selatan.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Merdisyam mengeluarkan ultimatum keras pada pelaku penyebar video TKA Cina yang berada di pintu kedatangan Bandara Haluoleo itu.

Belajar dari Tawakalnya Yukabad, Ibunda Nabi Musa AS
Praktisi hukum Arman Garuda Nusantara menyoal pemidanaan penyebar video viral tersebut. “Saya pidanakan balik itu Kapolda kalau berani pidanakan saya.. Emangnya siapa dia berani-beraninya Pidanakan Warga Negara yang ingin membuka tabir kejahatan di Republik ini?,” tulis mantan Staf Ahli Menpan RB Yudhi Chrisnandi itu di akun Twitter @armangn8.

Saya pidanakan balik itu Kapolda kalau berani pidanakan saya..Emangnya siapa dia berani-beraninya Pidanakan Warga Negara yg ingin membuka tabir kejahatan di Republik ini? https://t.co/CDLofjUHwC

Kapolda Sultra menegaskan bahwa puluhan WNA tersebut bukan datang dari China. TKA itu datang dari Jakarta usai mengurus perpanjangan visa dan izin kerja.

“Kami sudah melalukan pengecekan bahwa benar mereka adalah TKA bekerja di salah satu perusahaan smelter di Sulawesi Tenggara,” kata Merdisyam seperti dikutip tribunnews.com (16/03).

Belakangan, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja RI telah mengkonfirmasi bahwa 49 WNA yang masuk melalui Bandar Udara Haluoleo pada Minggu 15 Maret 2020 itu bukan pekerja yang mengurus perpanjangan kerja.

“Kalau mereka urus perpanjangan kerja harus melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja di Daerah, tapi kita tidak pernah keluarkan, saya juga sudah melakukan pengecakan di Kementerian tapi data mereka tidak ada,” kata Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara, Saemu Alwi kepada topiksultra.com (16/03).

Sosiolog yang juga rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar menanggapi klarifikasi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sultra.

“Mereka bebas masuk TKA di Sultra karena ada proyek besar China di Morosi, Kab. Konawe Sulawesi Tenggara. Mereka bebas masuk ke Sultra melalui laut dan udara,” tulis Musni Umar di akun @musniumar meretweet tulisan bertajuk “Kemenaker Bantah Keluarkan Izin Kerja 49 WNA yang Masuk di Bandara Sultra”.

Baca Juga : Beredar Video Karyawan PGC Terinfeksi Virus Corona, Pihak Manajemen Sebut Hoaks

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024