Pria yang Pukul Sopir Ambulans Pembawa Jenazah Diperiksa Polisi

Pria yang Pukul Sopir Ambulans Pembawa Jenazah Diperiksa Polisi

TRIBUNNEWS.COM – Seusai viral di sosial media, pria pengemudi mobil yang terlihat melakukan pemukulan terhadap sopir ambulans diperiksa polisi.

Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan menangkap pelaku pemukulan sopir ambulans, namun belum diketahui identitasnya.

Pihak Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menyebut proses pemeriksaan pun tengah berlangsung.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombespol Budi Sartono mengatakan belum bisa memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, mobil Cayla berwana hitam itu bernomor polisi B 2325 SQD yang digunakan oleh pelaku sudah terparkir di depan gedung Polres.

Sementara beredar juga video proses pengamanan pria yang pukul sopir ambulans, diunggah oleh akun instagram @jakartainformasi.

Dalam video tersebut tampak tiada perlawanan dari sang sopir saat petugas menggiringnya ke kantor kepolisian.
Dalam video pria yang mengenakan kaus hitam tersebut sempat tunjuk-tunjuk mobilnya.

Sebelumnya, sempat viral seorang pengemudi mobil Toyota Calya yang memukul sopir ambulans.

Dilansir dari TribunJakarta.com aksi pemukulan itu terjadi di Jalan Kesehatan Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Video tersebut pun sempat terekam video dan viral, diunggah oleh instagram @jakartainformasi.

Tampak dalam video mobil keduanya berhenti di pinggiran jalan, dan tampak pria pengemudi mobil calya menghampiri sopir ambulans.

Namun tiba-tiba saja, sang pria memukul sopir ambulans begitu saja, dan meninggalkannya melaju dengan mbolnya.
Menurut sekuriti di tempat cuci mobil yang dekat dengan tempat kejadian, Rizky Kurniawan (21) membeberkan kesaksiannya.

Ia mengatakan peristiwa pemukulan itu terjadi, pada Selasa (25/2/2020) pukul 13.00 WIB.

“Sekira jam 13.00 kejadiannya,” kata Riky saat ditemui di lokasi, Rabu (26/2/2020).

Riky menduga emosi pengemudi Toyota Cayla memuncah lantaran mobil keduanya bersenggolan.

Kedua mobil tersebut sama-sama melaju dari arah Tanah Kusir, Kebayoran Lama.

Riky mengatakan pengemudi Toyota Cayla kemudian memaki-maki sopir ambulans.

“Yang mobil pribadi langsung malang ambulansnya. Terus dia turun, teriak-teriak, ‘woy, lu lihat nggak mobil gue lecet’,” ujar Riky menirukan pengemudi Calya.

Riky mengaku tidak melihat pemukulan yang dilakukan pengemudi Calya terhadap sopir ambulans.

Namun, dalam video yang viral di media sosial, pengemudi Calya itu terlihat memukul sopir ambulans.

“Habis cekcok gitu, yang mobil pribadi langsung kabur,” ucap dia.

Lokasi pemukulan sopir ambulans oleh pengemudi Toyota Calya di Jalan Kesehatan Raya, Bintaro Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Riky mengatakan, saat itu mobil ambulans tersebut sedang membawa pasien.

“Sirinenya bunyi, otomatis bawa (pasien) dong. Dari tikungan juga sudah buru-buru ambulansnya,” kata Riky saat ditemui di lokasi, Rabu (26/2/2020).

Sebelum dipukul, lanjut Riky, rekan dari sopir ambulans juga mengatakan tengah membawa pasien.

“Dia bilang, ‘bilang saya lagi bawa pasien pak, bapak tolong hargain saya’,” ujarnya.

Pihak Ambulans Buka Suara
Sopir ambulans yang dipukul tersebut bernama Ari, merupakan pengemudi di Sinar Ambulans Service.

July selaku Koordinator Sinar Ambulans Service membenarkan pengemudinya yang bernama Ari jadi korban pemukulan seorang pengemudi mobil Toyota Cayla berwana hitam.

July pun mengatakan mobil Toyota Cayla diduga berkendara zig zag sambil bermain handphone sehingga menyerempet ambulans yang dikendarai Ari.

“Oknum (pengemudi Toyota Cayla) itu main hanphone waktu berkendara. Nah mobilnya zig-zag zig-zag. Jadi dia (pengemudi Toyota Cayla) yang menyentuh unit (ambulans) lalu dia turun, minta berhenti. Dia yang ngambil jalannya unit,” ucap July, Rabu (26/2/2020).

Lantas insiden pemukulan tersebut pun terjadi.
July hanya berharap pengemudi tersebut diprosesnya oleh pihak kepolisian dengan adil.

Baca Juga : 5 Alasan Mengapa Multi-Bar Lebih Cocok Untuk Organisasi Advokat Indonesia

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024