10 Kota Termacet di Dunia, Jakarta Urutan Berapa?

10 Kota Termacet di Dunia, Jakarta Urutan Berapa?

Liputan6.com – Produsen GPS, TomTom, kembali merilis daftar kota dengan kemacetan terparah di dunia. Yang menarik, Jakarta berada di urutan kesepuluh dari sekira 416 kota yang berasal dari 57 negara di seluruh dunia.

Dalam laman resminya, tomtom.com, dikutip Kamis (30/1/2020), disebutkan tingkat kemacetan di Jakarta rata-rata 53 persen. Namun ketika pagi naik jadi 62 persen, dan menjelang malam, tepatnya di jam-jam sibuk, bisa mencapai 87 persen.

Posisi pertama ditempatkan Bengaluru, India dengan kemacetan mencapai 71 persen, disusul Manila, Filipina dengan angka yang sama. Urutan ketiga dan keempat terdapat Bogota, Kolombia dengan angka 68 persen serta Mumbai, India, 65 persen.

Masih dipegang negara India, terdapat kota Pune di urutan kelima dengan rata rata 59 persen. Selanjutnya ditempati kota Moscow, Russia dengan persentase kemacetan 59 persen.

Kota Lima di Peru berada diurutan ketujuh karena angka kemacetan di sana mencapai 57 persen. Posisi selanjutnya kembali ditempati India, karena New Delhi berada di urutan kedelapan dengan angka 56 persen.

Berada di atas Jakarta, kota di negara Turki berada di urutan kesembilan. Terdata Istambul mencapai angka kemacetan hingga 55 Persen.

Berikut 12 Kota Termacet di Dunia

  1. Bengaluru, India
  2. Manila, Filipina
  3. Bogota, Kolombia
  4. Mumbai, India
  5. Pune, India
  6. Moscow, Rusia
  7. Lima, Peru
  8. New Delhi
  9. Istanbul, Turki
  10. Jakarta, Indonesia
  11. Bangkok, Thailand
  12. Kiev, Ukraina.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023