Elshinta.com – Semua orang saat mengalami proses hukum penangkapan pasti tidak suka di tangkap.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat di tanyai wartawan mengapa tersangka Harun Masiku (HM) belum tertangkap sampai sekarang.
“Kalau saya cari mbak tentu sulitkan? Kan sama, karena orang berupaya menghindari proses hukum,” ujarnya di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (27/1).
Misalnya, kata Firli, kenapa terjadi kekerasan pada penangkapan? Karena pada prinsipnya orang tidak mau ditangkap. Kenapa orang kabur ditahanan, karena pada prinsipnya orang tidak mau ditahan.
“Tetapi kalau kita aparat hukum, tidak boleh pasrah begitu saja. Kita berusaha sampai dapat. Semua kaitan terhadap tersangka, apakah itu keterangan terkait, semua yang terkait peristiwa pidana, apakah dia ada kaitan dengan peristiwa itu, ataupun dia mengetahui peristiwa itu, atau dia mengalami peristiwa itu, pasti kita panggil. Kan saksinya ada,” bebernya seperti dilaporkan Reporter Elshinta.com, Popi Rahim.
Seperti diketahui sejak KPK menetapkan tersangka kepada Harun Masiku pada 8 Januari 2020 lalu, keberadaan HM belum dapat diciduk oleh lembaga anti rusuah tersebut.
Tersangka menyuap eks komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan terkait penetapan salah satu anggota DPR RI 2019-2024.
Dari data keimigrasian Harun diketahui melintas ke Singapura pada 6 Januari lalu. Ia menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak KPK menetapkannya sebagai tersangka pada 8 Januari 2020.
Baca Juga : BTN Angkat Bicara Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pejabatnya