Sri Lanka Rekrut Dua Algojo Hukum Gantung, Peminat Sejibun
Sri Lanka Rekrut Dua Algojo Hukum Gantung, Peminat Sejibun

Sri Lanka Rekrut Dua Algojo Hukum Gantung, Peminat Sejibun

VIVA – Pemerintah Sri Lanka merekrut dua algojo hukuman gantung, untuk melaksanakan eksekusi untuk pertama kalinya dalam kurun waktu kebih dari 40 tahun. Empat tahanan yang dihukum, karena pelanggaran narkoba akan menghadapi hukuman mati.

Presiden Maithripala Sirisena mengumumkan, diakhirinya moratorium hukuman mati yang berlaku sejak tahun 1976, pada Rabu pekan lalu.

Langkah ini dimaksudkan untuk menekan perdagangan obat-obatan terlarang. Pengamat politik menilai, hal ini juga akan meningkatkan popularitas Sirisena, jelang pemilihan yang akan digelar akhir tahun ini.

Diberitakan Independent, tindak kejahatan seperti pemerkosaan, perdagangan narkoba, dan pembunuhan, semuanya dapat dihukum dengan hukuman mati di Sri Lanka. Namun, tidak ada eksekusi yang dilakukan selama 43 tahun terakhir.

“Proses perekrutan selesai dan dua algojo telah dipilih. Keduanya harus melalui pelatihan akhir yang akan membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” kata juru bicara penjara, Thushara Upuldeniya.

Halitosis yang mengerikan akan berakhir ketika Anda menggunakan ini
Lebih dari 100 pelamar mendaftar, setelah pemerintah mengunggah iklan pekerjaan algojo pada Februari 2019 lalu. Pelamar harus warga negara Sri Lanka, pria, berusia 18-45 tahun dan memiliki pikiran, serta kekuatan mental yang sangat baik.

Meski eksekusi terakhir Sri Lanka terjadi pada 1976, namun otoritas penjara masih memiliki algojo sampai pensiun pada 2014 lalu.

Sejak itu, tiga pengganti mereka memilih mengundurkan diri, setelah bekerja hanya dalam waktu singkat, termasuk salah satu yang mengundurkan diri karena shock melihat tiang gantungan. Yang lain, tidak pernah datang untuk bekerja.

Sirisena mengatakan, telah menandatangani surat perintah eksekusi keempat tahanan, namun mereka belum diberi tahu. “Kami belum ingin mengumumkan nama-nama itu, karena dapat menyebabkan kerusuhan di penjara,” ujar Sirisena.

Ada 1.299 narapidana yang didakwa dengan hukuman mati di Sri Lanka, termasuk 48 terpidana karena pelanggaran narkoba.

Selama kunjungan ke Filipina bulan lalu, Sirisena memuji Presiden Filipina Rodrigo Duterte atas tindakan kerasnya terhadap narkoba, yang ia sebut sebagai contoh bagi dunia.

Baca Juga : Menanti Proses Hukum Kakek Bejat Yang Jadikan Kakak Adik Di Kupang Budak Seks

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024
RDP Pimpinan Se-Indonesia, Pengurus Daerah Solid Dukung Sistem Presidium Gantikan Sistem Presidensil di KAI
May 22, 2024
aldwin rahadian megantara vice president kongres advokat indonesia
Ciptakan OA yang Kondusif, DPP KAI Gelar RDP Bahas Sistem Kepemimpinan Presidium
May 22, 2024
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024