Bikin Heran, Inilah 7 Larangan Hukum Paling Nyeleneh di Dunia
Bikin Heran, Inilah 7 Larangan Hukum Paling Nyeleneh di Dunia

Bikin Heran, Inilah 7 Larangan Hukum Paling Nyeleneh di Dunia

AKURAT.CO, Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Setiap wilayah pasti punya norma masing-masing untuk dipatuhi, begitu juga peraturan hukum tertulisnya. Karena itulah kita harus tahu apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan saat berada di negeri orang.

Meski secara garis besar peraturan hukum hampir sama, rupanya ada beberapa yang cukup nyeleneh. Tak jarang berbagai hal yang dilarang di sejumlah negara itu bikin terheran-heran.

Dirangkum oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, inilah larangan hukum paling nyeleneh di dunia.

1.Dilarang memegang ikan dengan gaya mencurigakan (Inggris)
Hati-hati memegang ikan di negeri Ratu Elizabeth ini. Pasalnya, jika gaya memegangnya mencurigakan, ‘pelaku’ bisa dijerat hukum. Namun, tak semua jenis ikan termasuk dalam Salmon Act 1986 ini. Aturan ini hanya berlaku untuk ikan salmon, trout, belut, lamprey, dan ikan air tawar.

2.Dilarang mengunyah permen karet (Singapura)
Saat liburan ke Singapura, tak perlu repot-repot membawa permen karet. Pasalnya, negara berlambang merlion ini melarang konsumsi permen kunyah ini. Aturan ini dibuat agar sisa permen karet tak mengotori tempat-tempat umum. Namun, ada perkecualian tersendiri untuk permen karet khusus pembersih gigi dan permen karet untuk perokok.

3.Kaki tidak boleh beranjak dari pedal saat bersepeda (Meksiko)
Jangan asal naik sepeda kalau sedang di negara yang terkenal akan telenovelanya ini. Pasalnya, teknik bersepeda diatur ketat di negara Amerika Latin ini. Menurut hukum yang dibuat tahun 1892, kaki harus selalu menempel pada pedal sepeda demi keamanan pengendaranya. Kalau kaki menempel pada pedal tapi tangan lepas dari setang, berarti tidak melanggar hukum, ya?

4.Ayam tidak boleh menyeberang jalan (Georgia, Amerika Serikat)
Jangan asal memelihara ayam di Kota Quitman, Negara Bagian Georgia, Amerika Serikat. Pasalnya, kalau hewan unggas itu sampai menyeberang jalan, pemiliknya dianggap melanggar hukum. Aturan ini rupanya dibuat agar para pemilik ayam selalu mengontrol ayam-ayamnya setiap saat.

5.Dilarang meniup peluit (Kanada)
Kota Petrolia di Ontario, Kanada, rupanya tidak suka kebisingan. Itu sebabnya dibuat aturan yang membatasi kebisingan ini. Bahkan, Undang-Undang Nomor 61 tahun 2009 itu melarang penggunaan peluit, kecuali sebagai alat penanda bahaya.

6.Dilarang merayakan ulang tahun di tempat umum (Tajikistan)
Meski berasaskan demokrasi, negara sempalan Uni Soviet ini rupanya melarang perayaan ulang tahun, kecuali di rumah. Pelarangan ini rupanya ditujukan agar warga membelanjakan uang mereka untuk kebutuhan keluarga, bukannya untuk pesta pora. Selain itu, pemerintah berharap agar warganya tak sampai berutang demi mengadakan perayaan ulang tahun yang mewah.

Aturan ini sudah diberlakukan sejak tahun 2007. Kini, aturan ini sedikit dilonggarkan di beberapa wilayah dengan memperbolehkan perayaan itu, tetapi tetap membatasi jumlah tamu undangan, jenis hidangan, dan durasinya.

7.Dilarang kehabisan bensin di jalan raya (Jerman)
Kehabisan bensin di jalanan sudah jadi hal yang lumrah di Indonesia. Namun, jangan sampai hal ini terbawa sampai ke Jerman ya. Pasalnya, di negara Eropa satu ini, kehabisan bensin di jalan raya termasuk pelanggaran hukum. Ada sejumlah denda menanti kalau sampai ketahuan petugas. Jadi, awasi terus bensin kendaraan Anda saat berada di Jerman ya!

Baca Juga : Shandy Aulia Ingin Akun Yang Menuduhnya Jual Diri Segera Diproses Hukum

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Rapat Perdana Presidium DPP KAI, Kepemimpinan Bersama Itu pun Dimulai
July 3, 2024
Tingkatkan Kapasitas Anggota tentang UU TPKS, KAI Utus 20 AdvoKAI untuk Ikut Pelatihan IJRS
June 26, 2024
The Chef is TSH
June 10, 2024
Dihadiri Ribuan Advokat, Kongres IV KAI di Solo Trending Topic di Platform X
June 9, 2024
Pernah Ditempati Adnan Buyung Nasution, Honorary Chairman Kongres Advokat Indonesia Kini Diisi Tjoetjoe S Hernanto
June 8, 2024