Komisi III Desak TNI Berani Hukum Pelaku Penembakan di Jatinegara
Komisi III Desak TNI Berani Hukum Pelaku Penembakan di Jatinegara

Komisi III Desak TNI Berani Hukum Pelaku Penembakan di Jatinegara

tirto.id – Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding berharap pelaku penembakan anggota Pusat Polisi Militer (Pom) TNI AD Letkol Dono Kuspriyanto (56) diproses hukum hingga tuntas.

Menurut Karding, penegakan hukum itu bisa memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat menjelang tahun baru dan pilpres 2019.

“Pelaku harus ditindak secara hukum karena itu akan menunjukan ke publik bahwa kita dalam keadaan aman. Apalagi jelang tahun baru dan tahun politik 2019 ini jadi harus tercipta keamanan,” ucap Karding kepada Tirto, Rabu (26/12/2018).

Kasus ini berawal ketika mobil Letkol Dono menyerempet motor yang dikendarai oleh Serda Jhoni Risdianto, anggota Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Sat POM AU). Insiden ini sempat diwarnai dengan aksi kejar-kejaran yang berujung Serda Jhoni melepaskan tembakan kepada Letkol Dono.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menilai, tahun baru akan menjadi momen penting karena banyak masyarakat berkumpul. Selain itu, penyelenggaraan pilpres 2019 juga akan mungkin membuat situasi memanas.

Untuk itu, Karding mengaku tidak ingin ada pihak-pihak yang memiliki senjata mudah mengambil keputusan untuk meletuskan tembakan sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baik sipil maupun militer, kata Karding, pelaku penembakan tidak boleh dibedakan. Ia pun mendesak para penegak hukum agar mengusut kasus ini hingga tuntas. Pasalnya, kata Karding, penggunaan senjata api tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

“Itu akan sangat berbahaya. Kasus ini harus diwaspadai meski kita ada perangkat hukum yang membatasi sedemikian ketat kepemilikan senjata. Ini penting agar tercipta kondisi keamanan di negeri kita,” tegasnya.

Baca Juga : KPK Bentuk 9 Korwil Guna Mengawasi Berbagai Kebijakan Di Daerah Termasuk Sektor Sawit

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024