Jumlah Anak Berhadapan Hukum Meningkat Tinggi
Jumlah Anak Berhadapan Hukum Meningkat

Jumlah Anak Berhadapan Hukum Meningkat

SLEMAN, suaramerdeka.com – Jumlah anak yang berhadapan hukum di wilayah Kabupaten Sleman menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang tahun 2017 tercatat sebanyak 20 anak, dan hingga November 2018 ini sudah ada 41 kasus. Angka tersebut hampir merata di semua daerah.

Menurut Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman Tina Hastani mengatakan, upaya pencegahan dan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum terus dilakukan pemerintah. Hal itu juga sebagai bentuk tanggungjawab Pemkab Sleman mewujudkan kabupaten layak anak.

Namun diingatkan pula selain sekolah dan lingkungan, keluarga memiliki peran penting dalam pendidikan anak. “Jika ketiganya mampu bersinergi dengan baik, kami optimis akan mampu menekan angka kejahatan yang melibatkan anak sebagai pelaku tindak kejahatan,” ujarnya.

Dilanjutkannya, untuk perlindungan anak ada lima klaster yang menjadi perhatian meliputi anak berkebutuhan khusus, anak berhadapan dengan hukum, anak dalam situasi bencana hingga teroris. “Terkait anak berhadapan hukum memang dibutuhkan perhatian bersama. Apalagi dengan naiknya jumlah kasus,” imbuh Tina.

Pembimbing Kemasyarakatan Muda Bapas Kelas I Yogyakarta Jarot Wahyu Winasis menjelaskan, sistem peradilan pidana anak sudah diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2012. Dalam implementasinya, sistem peradilan anak dapat dikolaborasikan secara alternatif. Salah satunya dengan diversi atau engalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Anak dengan perkara tertentu dapat dikenai denda. Semisal dengan memberikan pelatihan yang bersifat edukatif, kreatif, dan inovatif. “Hal ini diharapkan mampu mengubah mereka baik secara kemandirian, spiritual, tanggungjawab, cara berfikir hingga mental,” katanya

Baca Juga : Peran Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi Bangsa

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024