Irman Gusman Hadirkan Mantan Ketua MK dan Pakar Hukum
Irman Gusman Hadirkan Mantan Ketua MK dan Pakar Hukum di Sidang Peninjauan Kembali

Irman Gusman Hadirkan Mantan Ketua MK dan Pakar Hukum di Sidang Peninjauan Kembali

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sidang lanjutan permohonan Peninjauan Kembali (PK) mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (31/10/2018).

Agenda sidang Peninjauan Kembali kali ini, Irman Gusman akan menghadirkan ahli.

Tampak beberapa ahli yang dihadirkan Irman Gusman sudah hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, seperti mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva.

Ada pula Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta Chairul Huda dan guru besar ilmu hukum pidana Universitas Trisaksi Andi Hamzah.

“Hari ini ada tiga, Prof Andi Hamzah, Prof Hamdan Zoelva dan Prof Chairul Huda. Mereka saksi yang kami hadirkan,” kata Irman Gusman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Nantinya, para ahli tersebut akan memberikan keterangan yang memperkuat bukti-bukti atau novum baru yang diajukan Irman Gusman dalam permohonan Peninjauan Kembali dirinya.

Bahkan Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung juga hadir di sidang lanjutan permohonan Peninjauan Kembali Irman Gusman.

“Beliau (Akbar Tanjung) datang bukan sebagai saksi. Beliau kan sahabat saya, ingin menemani,” tambahnya.

Diketahui, sidang perdana permohonan PK Irman Gusman digelar pada Rabu (10/10/2018). Alasan pengajuan PK yakni ada tiga ‎bukti baru, adanya pertentangan dalam putusan majelis hakim adan adanya kekeliruan yang nyata dari hakim dalam menjatuhkan putusan.

Diketahui dalam putusan Pengadilan Tipikor Jakarta, Irman dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dan pidana denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti dengan kurungan selama 3 bulan.

Tidak hanya itu, pengadilan juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 3 tahun setelah Irman selesai menjalani pidana pokok.

Baca Juga : Eksekusi Tuti Tanpa Notifikasi, Saudi Dinilai Salahi Norma Hukum

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023