Jawaban KPK Soal Dugaan Keterlibatan James Riady di Suap Meikarta

Jawaban KPK Soal Dugaan Keterlibatan James Riady di Suap Meikarta

Tempo.co – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang mengatakan, lembaganya belum bisa berbicara kepada publik ihwal indikasi keterlibatan petinggi Lippo Group, James Riady dalam kasus suap Meikarta.

“Enggak bisa disampaikan, itu sudah masuk materi penyidikan. Nanti kemajuannya akan dilaporkan ke media. KPK kan selalu terbuka,” ujar Saut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 24 Oktober 2018.

Saat ditanya indikasi keterlibatan James Riady dikaitkan dengan adanya penggeledahan di rumahnya kawasan Karawaci, Tangerang pada Kamis, 18 Oktober lalu, Saut tidak menjawab lugas. “Normatifnya begitu, tapi nanti kita lihat saja,” ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief mengatakan hal serupa ihwal pengeledahan kediaman James Riady dalam perkara suap Meikarta. “Kalau digeledah rumahnya berarti penyidik melihat ada indikasi dari keterlibatan yang bersangkutan. Itu indikasi ya apakah benar atau tidak tergantung hasil penyelidikan dan penyidikan,” kata Laode di Makassar, Selasa 23 Oktober 2018.

Meski begitu, Laode belum bisa menjelaskan peran James Riady dalam kasus suap Meikarta tersebut. Apalagi, kata dia, James juga belum menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK dalam kasus suap Meikarta. “Belum ada jadwal pemeriksaannya,” ujarnya.

Saat ini, KPK sudah menetapkan 9 tersangka dalam kasus suap Meikarta. Mereka adalah Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi.

Mereka disangkakan sebagai penerima suap. Sedangkan sebagai pemberi suap adalah pihak dari Lippo Group, yaitu Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta Henry Jasmen.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024