Penangkapan Akun Muslim, TPM: Jangan Diskriminatif...
Penangkapan Akun Muslim, TPM: Jangan Diskriminatif...

Penangkapan Akun Muslim, TPM: Jangan Diskriminatif…

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Upaya kepolisian memberantas pasukan penyebar hoax tim siber di media sosial mendapat apresiasi banyak pihak, terutama akun-akun muslim. Koordinator Pengacara Tim Pembela Muslim (TPM), Achmad Michdan menegaskan aparat jangan bersikap diskriminatif bila ingin memberantas pasukan cyber penyebar hoax di media sosial.

“Banyak pasukan siber hoax pun diproduksi oleh kelompok pendukung pemerintah yang tidak ditindak polisi. Tidak boleh dibiarkan dan harus selalu diingatkan sikap diskriminatif,” kata Michdan kepada wartawan, Kamis (1/3).

Sikap diskriminatif pemberantasan hoax ini justru penyebab konflik sosial. Menurut Michdan dalam penanganan hoax oleh kepolisian diskriminatif ini, bukan saja bisa menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum bahkan di khawatirkan bisa memicu konflik sosial.

Karena itu publik hanya meminta keadilan dalam penegakkan hukum pemberantadan hoax. Kelompok penyebar hoax dan ujaran kebencian seperti pendukung pemerintah juga harus ditindak tegas.

“Jangan pandang bulu dalam pemberantasan pasukan siber penyebar hoax,” ujarnya.

TPM sendiri diakui dia, sangat mendukung upaya aparat memberantas pasukan siber penyebar hoax ini. Tapi aparat diminta menindak semua tim siber penyebar hoax dan ujaran kebencian termasuk kelompok yang selalu berlindung atas nama kelompok pendukung pemerintah.

“Publik menunggu aparat menangkap dan membongkar kelompok yang menyebar ujaran kebencian dan hoax kepada umat Islam di media sosial,” tegas Michdan.

Sikap bijak dan anti diskriminasi dalam pemberantasan kelompok hoax ini, jelas Michdan, bukan saja peran penegak hukum. Berbagai institusi pemerintah terkait seperti Kemenkominfo, Badan Siber Sandi Negara, Komisi Penyiaran Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia dan instansi yang terkait.

Baca Juga : Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Petisikan Ketua MK

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023