Menkumham: Junlah Narapidana Tidak Sebanding Dengan Kapasitas Lapas yang Tersedia
Menkumham Yasonna: Kejahatan Itu Produk Sosial Bukan Biologis

Menkumham: Junlah Narapidana Tidak Sebanding Dengan Kapasitas Lapas yang Tersedia

Menteri hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly menyatakan, kapasitas lembaga permasyarakatan masih masalah yang krusial. Pasalnya jumlah narapidana tidak sebanding jengan kapasitas lapas yang tersedia.

“Yang menjadi persoalan kita adalah penambahan napi yang secara ratenya itu sangat tinggi sekali,” ujar Yasonna di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Ahad (19/11).

Baca juga: Penjelasan Hukum Mengenai Tersangka yang Sakit, Bisa Ditahan Atau Tidak?

Yasonna menyebutkan, pertambahan napi, khususnya dari narkoba mengalami pertumbuhan yang paling cepat. Ia mangaku sudah mengajukan revisi PP 99 terkait Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Namun, PP masih belum selesai dan belum diputuskan. “Sudah sampai kita kirimkan ke setneg ya, tapi belum,” ucapnya.

Di samping itu, Yasonna menyebutkan pihaknya selalu mengalami kekurangan anggaran. Tahun ini, menurut dia, Kemenkumham mengalami kekurangan sekitar 180 miliar kekurangan anggaran untuk hal tersebut.

“Tambahan yang di luar budget kita, jadi tahun lalu Sudah mendapat penambahan ruangan, tapi dengan percepatan pertambahan jumlah sungguh sangat mengkhawatirkan,” jelasnya.

Saat ini, tambah Yasonna, pemerintah sedang memikirkan jalan keluar bagaimana solusi menangani masalah ini. Ia menekankan, kerjasama dengan penanganan narkoba menjadi pertimbangan utama. Mengingat, jumlah napi narkoba merupakan jumlah yang terbesar.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023