Kuasa Hukum Setnov Ajukan Uji Materi Terkait Hak Tersangka Terhadap UUD 1945

Kuasa Hukum Setnov Ajukan Uji Materi Terkait Hak Tersangka Terhadap UUD 1945

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi resmi mengajukan uji materi Pasal 46 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait hak dari tersangka terhadap UUD 1945 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Selain itu, pihaknya juga mengajukan uji materi terhadap Pasal 12 ayat (1) huruf b Undang Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terkait pelarangan seseorang ke luar negeri terhadap UUD 1945.

Fredrich menuturkan, pihaknya berharap agar mahkamah segera menyidangkan dua pasal yang diujikan pihaknya tersebut.
Hal itu agar tidak ada multitafsir dari pasal yang diuji materi tersebut.

“Kami berharap untuk segera disidangkan untuk tidak jadi suatu kasus yang gantung dalam hal ini masyarakat nanti akan bingung sebenarnya yang benar siapa,” kata Fredrich di Gedung MK, Jakarta, Senin (13/11).

Fredrich mencontohkan, DPR memiliki keyakinan bahwa pansus adalah hak konstitusional daripada lembaga perwakilan rakyat itu.

Namun, kenyatannya KPK menyatakan tidak menanggapi dan malah memberi statement bahwa komisioner menunggu putusan MK untuk putuskan hadir atau tidaknya ke pansus.

“Kalau dia bisa menyatakan sikap dengan diri dia sendiri bahwa menunggu putusan MK, maka klien kami juga wajib diberlakukan sama dengan dirinya. Kalau tidak berarti pilih kasih, mau menang sendiri,” tuturnya.

“Hukum adalah panglima daripada NKRI. Itulah yang saya minta disadari dan menghormati hukum,” katanya.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023