Orientasi Organisasi, DPD KAI Jabar Bentuk Karakter Advokat yang Profesional - Kongres Advokat Indonesia

Orientasi Organisasi, DPD KAI Jabar Bentuk Karakter Advokat yang Profesional

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Barat menggelar Orientasi Organisasi Advokat sebagai bagian dari pembekalan bagi anggota baru. Kegiatan tersebut berlangsung di Grand Astrilia Hotel, Bandung, Sabtu (5/9/2026).

Orientasi ini menjadi momentum bagi para advokat untuk mengenal lebih jauh organisasi, sekaligus memahami nilai, etika dan tanggung jawab yang melekat dalam profesi advokat.

Materi orientasi mencakup pengenalan sejarah, visi dan misi KAI, struktur kepengurusan, program kerja, kode etik, peran dan fungsi advokat, hingga hak serta kewajiban anggota.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hubungan kelembagaan antara DPD dan DPC, etika dalam menangani perkara, kerahasiaan klien, potensi konflik kepentingan, serta pentingnya menjaga independensi dan integritas dalam menjalankan profesi.

KAI Jabar Perkuat Program Pembinaan

Ketua DPD KAI Jawa Barat, Adv. Deny M. Ramdhany, S.H., CMe., CPCLE., CLMA., CCD, mengatakan pembinaan anggota menjadi salah satu perhatian utama organisasi.

Menurut Deny, KAI Jawa Barat tidak hanya berupaya mencetak advokat yang memiliki kompetensi hukum, tetapi juga membangun organisasi yang mampu menjadi wadah pengembangan profesi secara berkelanjutan.

Sejumlah program organisasi terus dikembangkan, di antaranya Advokat Camp, Riders Advokat, Advokat Perempuan Jawa Barat, serta LBH KAI Jawa Barat. Kegiatan pendidikan dan diklat juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas anggota.

“Kami ingin anggota tidak berhenti setelah mengikuti pendidikan atau pelantikan. Pengembangan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar profesionalisme advokat terus meningkat,” ujar Deny.

17 DPC dan Hampir 900 Anggota

Dalam kesempatan tersebut, Deny menyampaikan bahwa jaringan organisasi KAI Jawa Barat saat ini telah memiliki 17 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Sementara jumlah anggota yang tercatat secara keseluruhan disebut mendekati 900 advokat.

Besarnya jumlah anggota tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan dan komunikasi internal.

Menurut Deny, keberadaan DPC memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi serta mendekatkan program organisasi kepada anggota di berbagai daerah.

Siapkan Layanan Digital untuk Advokat KAI

Tidak hanya mengembangkan kegiatan pendidikan dan organisasi, KAI Jawa Barat juga mulai mengarah pada penguatan layanan berbasis teknologi. Salah satu rencana yang disampaikan adalah menghadirkan “e-Lawyer Digital” bagi advokat KAI. Platform tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi digital organisasi sekaligus memberikan kemudahan bagi anggota dalam mengakses berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan profesi dan organisasi.

Pengembangan layanan digital tersebut menjadi salah satu langkah KAI Jawa Barat dalam beradaptasi dengan perubahan teknologi dan tuntutan profesionalisme advokat di era digital.

Bangun Advokat Berintegritas

Melalui orientasi tersebut, DPD KAI Jawa Barat menegaskan bahwa pembentukan advokat profesional harus dimulai sejak anggota mengenal organisasi, memahami kode etik dan menyadari tanggung jawab profesinya.

Profesionalisme, integritas, independensi, kompetensi serta kepatuhan terhadap kode etik menjadi fondasi penting dalam menjaga kehormatan profesi advokat

Kegiatan orientasi pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi awal bagi para advokat baru untuk terus belajar, membangun jejaring, menjaga etika profesi dan berkontribusi dalam penegakan hukum serta keadilan.

“Mari kita bersama-sama menjaga persatuan, meningkatkan profesionalisme dan membesarkan KAI Jawa Barat,” pungkas Deny.

Kebersamaan Jadi Modal Organisasi

Sementara itu, Sekretaris DPD KAI Jawa Barat, Adv. Aa Jaelani, S.H., CLD., CLCT., CCLM., menekankan pentingnya pertemuan secara langsung dalam membangun hubungan antarangggota.

Menurutnya, sebagian anggota sebelumnya mengikuti proses pendidikan dan kegiatan organisasi secara daring. Karena itu, orientasi menjadi kesempatan untuk mempertemukan mereka secara langsung dan membangun komunikasi yang lebih dekat.

“Pertemuan seperti ini penting untuk membangun rasa persaudaraan dan keterikatan terhadap organisasi. Kita ingin seluruh anggota merasa menjadi bagian dari satu kesatuan di bawah KAI,” ungkapnya.

Aa Jaelani menilai, solidaritas internal menjadi modal penting bagi organisasi dalam menghadapi dinamika dan persaingan antarorganisasi advokat.

Menurutnya, persaingan tidak cukup dihadapi dengan memperbanyak anggota, tetapi harus dibarengi peningkatan kualitas organisasi, pelayanan, pembinaan serta kompetensi para advokat. “Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga kualitas dan rasa persaudaraan. Tidak ada sekat, semuanya bersama-sama dalam satu wadah,” katanya.

Menurutnya, kekuatan KAI Jawa Barat tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada hubungan persaudaraan yang terbangun di antara para anggotanya.

“Tantangan ke depan tentunya sangat berat. Banyak muncul organisasi-organisasi lain yang juga berjuang menjadi wadah bagi advokat. Kita akan bersaing dalam rekrutmen keanggotaan, tetapi juga harus terus meningkatkan kapasitas dan kualitas organisasi, termasuk pembinaan terhadap anggota,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, pimpinan DPD KAI Jawa Barat mengajak seluruh anggota untuk menjaga persatuan, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kebersamaan dalam menjalankan profesi advokat.

“Yang paling terasa adalah rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Tidak ada sekat, kita bersama-sama dan bareng-bareng dalam satu wadah,” katanya. Source.

Setelah menjalani orientasi organisasi, para peserta akan diangkat melalui Sidang Pengangkatan Advokat Kongres Advokat Indonesia wilayah Jawa Barat yang langsung dipimpin Ketua Presidium DPP KAI Adv. Diyah Sasanti R, SH., MH., MBA., M.Kn., CLA., CIL., CLI., CRA. Baca Di Sini!

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina KAI, Bamsoet : Pekerjaan Rumah Kita Banyak untuk Sektor Penegakan Hukum
September 27, 2024
Lantik Pengurus, Ketua Presidium DPP KAI: Kita Wujudkan AdvoKAI yang Cadas, Cerdas, Berkelas
September 27, 2024
Dihadiri Ketua Dewan Pembina Sekaligus Ketua MPR RI, Pengurus DPP KAI 2024-2029 Resmi Dikukuhkan
September 27, 2024
Audiensi Presidium DPP KAI – Menkum HAM RI: Kita Mitra Kerja!
September 7, 2024
Diangkat Kembali Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI), Ketua MPR RI Bamsoet Dukung Pembentukan Dewan Advokat Nasional
July 25, 2024