Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional Kongres Advokat Indonesia (Rakernas KAI 2026) yang digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, Jumat (5/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi komitmen KAI yang tidak hanya fokus pada aspek komersial profesi hukum, melainkan juga menaruh perhatian besar pada pengabdian masyarakat (officium noble).
Dalam pidatonya, Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dipilihnya Kota Mataram, NTB, sebagai tuan rumah penyelenggaraan agenda nasional ini. Menurutnya, kepercayaan ini sejalan dengan ambisi pemerintah daerah yang sedang gencar mendorong investasi untuk menjadikan NTB sebagai salah satu pusat Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) utama di Indonesia.
“Ini adalah sebuah kehormatan bagi NTB. Kami sedang berusaha keras menjadikan NTB sebagai pusat untuk MICE. Memang fasilitas convention center terbesar kami saat ini masih terbatas di tempat ini dan Mataram Craft, namun kami berkomitmen untuk terus mendorong investasi infrastruktur convention center ke depannya,” ujar Lalu Muhammad Iqbal di hadapan ratusan advokat yang hadir dari berbagai provinsi.
Sentuh Sisi Humanis, Puji Pelatihan Paralegal Desa
Di luar agenda utama rakernas, mantan Dubes RI untuk Turki ini mengaku sangat tersentuh dengan inisiatif Ketua Presidium KAI, Adv. Dr. KP. H. Heru S. Notonegoro, SH., MH., CIL., CRA., yang mengawali koordinasi acara dengan fokus pada peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para paralegal di tingkat desa.
Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, NTB saat ini telah berhasil membentuk 1.166 paralegal yang tersebar di seluruh desa berkat sinergi dengan Kanwil Kemenkumham. Namun, tantangan terbesar selanjutnya adalah memberikan pembekalan ilmu yang cukup agar mereka dapat menjalankan fungsi mediasi dengan optimal di lapangan.
“Orang miskin kalau sudah punya masalah hukum, itu seperti jatuh ditimpa tangga pula. Di tengah kesulitan itulah kehadiran paralegal dan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) menjadi luar biasa penting,” tegasnya.
Ia meyakini, lewat pelatihan yang diinisiasi oleh KAI, para paralegal akan kembali ke desanya masing-masing dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk membantu menyelesaikan sengketa hukum di masyarakat melalui jalur mediasi. Langkah ini dinilai berhasil menjembatani dua kutub yang sering kali berbenturan dalam dunia advokat, yakni tuntutan komersial profesi dan kewajiban moral luhur menolong sesama.
Pertumbuhan Ekonomi NTB Triwulan I 2026 Tembus 13%
Di hadapan para penegak hukum, Gubernur juga memaparkan capaian impresif indikator makro ekonomi NTB. Di tengah ketidakpastian situasi ekonomi global, NTB mencatatkan lompatan pertumbuhan ekonomi yang sangat signifikan pada awal tahun ini.
“Alhamdulillah, NTB kita bergerak terus. Pada triwulan pertama tahun 2026 ini, ekonomi NTB masih tumbuh sebesar 13 persen. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi nomor dua di seluruh Indonesia,” ungkap Lalu Muhammad Iqbal yang langsung disambut tepuk tangan riuh para peserta.
Pertumbuhan yang menjanjikan ini ditopang oleh performa kuat dua sektor utama, yakni pariwisata dan pertanian yang sama-sama tumbuh di angka dua digit. Pertumbuhan di dua sektor basis ini memberikan jaminan bahwa perputaran ekonomi di NTB berjalan secara berkelanjutan (sustainable).
Kendati demikian, Lalu Muhammad Iqbal mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan menjamurnya bisnis baru di NTB secara otomatis akan berbanding lurus dengan meningkatnya potensi sengketa atau dinamika hukum di masyarakat. Oleh karena itu, ia menantang komunitas KAI, khususnya Presidium KAI NTB, untuk mengambil peran strategis.
“Kami berharap teman-teman KAI yang ada di NTB, yang komunitasnya relatif cukup besar, bisa menjadi bagian integral dari upaya kami memastikan dan menjaga agar pertumbuhan ekonomi ini tetap kondusif dan terjaga,” tambahnya.
Hangat dan Penuh Keakraban
Acara pembukaan yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional seperti Prof. Denny Indrayana serta perwakilan jajaran Forkopimda NTB dan DPR RI ini berlangsung hangat. Di sela-sela substansi serius mengenai hukum dan ekonomi, Lalu Muhammad Iqbal sempat melontarkan kelakar segar yang mencairkan suasana.
Ia berseloroh mengenai penampilannya yang sengaja mengenakan setelan jas lengkap demi mengimbangi karisma para advokat. “Saya membayangkan advokat itu pasti pakai jas, gelang emas, dan kalung emas. Daripada minder dan cemas, saya memberanikan diri datang pakai jas supaya tidak kalah percaya diri dengan para advokat,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Menutup sambutannya, Gubernur NTB mengucapkan selamat melaksanakan Rakernas kepada seluruh pengurus dan anggota KAI. Ia berharap forum tertinggi ini dapat melahirkan keputusan-keputusan yang berorientasi masa depan.
“Selamat menjalani kongres/rakernas, mudah-mudahan menghasilkan kesepakatan yang fruitful (membuahkan hasil manis) dan futuristik, yang memberikan guidance serta keberkahan bagi kemajuan KAI ke depan,” pungkasnya.






